Entah mengapa, beberapa tahun belakangan kok saya merasa nasyid kehilangan maskulinitas-nya.
Kamis, 10 Juli 2008
NASYID SEBAGAI JALAN PERJUANGAN
Entah mengapa, beberapa tahun belakangan kok saya merasa nasyid kehilangan maskulinitas-nya.
Jumat, 04 Juli 2008
Surat Bagi Sang Pembelajar...

Kepada yang Ibu cintai sepenuh hati
Buah hatiku ….
Assalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokatuh
Bagaimana kabarmu sayang… Ibu harap ananda selalu dalam lindungan Allah . Ibu terpaksa menulis
Sayang….ingin rasanya Ibu menjengukmu ke
Ketika wajah lucu ananda yang mungil baru muncul di dunia ini, hanya satu do’a Ibu saat itu… “Duhai Allah… Engkaulah yang menggenggam takdir anakku ini. Aku mohon ya Allah jadikan anak yang ada dihadapanku sebagai anak yang sholeh…. Jadikanlah ia anak yang bisa membahagikanku kelak dihadapan-Mu ya Allah…. Jadikanlah ia anak yang dapat membuatku bangga kelak di hadapan-Mu ya Allah. Pertemukan kami kelak di surgaMu ya Allah . Jangan Engkau pisahkan kami ya Allah. Jangan Kau biarkan aku memasuki surga-Mu tanpa anak ini disampingku”.
Sampai sekarang Ibu selalu ulang-ulang doa Ibu itu. Ibu sangat berharap doa Ibu itu menjadi kenyataan. Dan sekarang Ibu mulai yakin bahwa anak Ibu adalah anak yang shaleh. Kesediaan ananda menuntut ilmu di negeri seberang membuat Ibu yakin bahwa do’a itu akan menjadi kenyataan. Sungguh bahagiaaaa ..sekali hati Ibu ini.
Anak-ku yang sholeh…..Ibu tidak tahu berapa lagi Ibu diberi kepanjangan umur oleh Allah . Ibu merasa Ibu sudah tua. Ibu merasa malaikat maut tidak lama lagi akan datang menjemput Ibu. Mungkin
Maafkan Ibu kalau Ibu sering marah dengan ananda. Nyuruh ananda mengaji, belajar, puasa, sholat yang mungkin ananda merasa nggak suka. Jangan dendam pada Ibu ya sayang.. Bantu Ibu dengan do’a-do’amu ya sayang. Hanya do’a ikhlas yang Ibu harapkan dari ananda. Hanya do’a ananda, amal jariyah dan kerja dakwah Ibu selama ini yang dapat meringankan beban Ibu di hadapan Allah kelak.
Ananda tersayang….Ibu titip… rawat Ayah dengan baik ya sayang. Sayangi beliau sebagaimana ananda menyayangi Ibu selama ini. Ayah sudah bekerja keras supaya ananda bisa sekolah seperti teman-teman yang lain. Buatlah Ayah bahagia dengan keshalehan dan budi pekerti yang baik. Jangan sakiti hatinya sedikitpun ya sayang…
Salam rindu dan sayang selalu …
Wassalamu ‘alaikum warahmatulLaahi wabarakaatuh
* Jazaakallah ustadz..telah menyadarkan ana. Akan kujadikan seorang ibu sebagai bara api semangat dalam berdakwah
*) hanya air mata yang mengalir membaca ini.....Ibu..maafkan nanda, nanda janji akan menjadi anak yang sholeh seperti harapanmu....
Lukisan kata untukmu Murobbiku...

Ketika engkau datang
dengan senyuman Ukhuwah yang begitu menyentuh…
Karena telah banyak engkau ukir dalam sanubari dan ruang gerakku…
Semua rembulan yang pernah singgah dalam titian mimpi
Menuliskan kisah didikanmu yang penuh dengan keikhlasan…
Engkau mungkin tak pernah tahu..
Bahwa noda ini mampu kau sisihkan secara perlahan
Mampu kau buat prasasti cinta dalam relung anak didikmu…
Atau bahkan kau tak pernah menyadari..
Bahwa titik-titk ilmu yang kau hamburkan
menjelang malam dirumah Allah itu
Begitu subur tumbuh dalam geliat dakwah muttarabbimu…
Aku menyadari…
Memimpikan engkau menjadi ayahku
adalah sebuah hal yang tak mungkin..
Namun peranmu yang terhamburkan dalam perjuangan mentari
seakan menguatkan langkahku untuk terus bergerak…
Aku bahkan sangat Memahami…
Menginginkan engkau menjadi kakakku
seperti mengharapkan fatamorgana untuk disentuh..
Tapi, engkau merengkuhku dalam dekapan hangat
penuh cinta dan Ukhuwah…
Semua terasa begitu membiru…
Syahdu.. dan tercatat dalam ruang maknaku yang terdalam….
Langkahmu yang tersapu kelabu…
Kadang membuatku jenuh memandang bulir-bulir kata yang tertulis
Namun kau selalu menyambutku dengan riang…
Dalam bahasa qalbu yang tak kuasa untuk kutolak…
Larianmu yang kadang begitu menjauh…
Seakan membuatku tergugu karena tak mampu mengimbangimu
Tapi, kau selalu menghantarkan embun
yang menyapa riang di awal pagi…
Hari Ini…
Semua kenangan tersimpan jelas dalam batinku…
Mencoba menerangkan secara perlahan
tentang semangat perngorbananmu…
Aku mencoba meniti jalanmu..
Dalam geliat takbir yang kususun dideruan hari
Agar suatu saat aku mampu melahirkan karya sepertimu
Bahkan melebihi pelangi yang tergambarkan disilauan mentari…
Semua ingin kuukir…
Karena engkau selalu mengajarkan kepadaku
Agar keikhlasan harus selalu tertanam didalam diri ku…
yang telah menjadi ayah
ketika aku membutuhkan kehadirannya ditemaram senja...
Untuk Murobbiku…
Yang telah mendidikku menjadi seperti ini…
melukiskan idealisme dihatiku…
Untuk Murobbiku…
Yang telah banyak berkorban untuk kami…
Langkah kakimu semoga selalu dikuatkan oleh Allah…
Untuk Murobbiku…
Yang dengan setia mendengar keluh-kesahku
ketika amanah dakwah kurasa begitu berat..
Untuk Murobbiku…
Dengan semua pengabdiannya, cintanya, dan keikhlasannya…
Semoga Allah selalu menganugerahkan hidayah-Nya kepada kita…
Detik ini..
aku sungguh berharap Sang Khaliq
mempertemukan kita dalam jamuan terindah di Syurga-Nya..
*) Aku tak bisa berkata apa2, kecuali...Jazaakumullah khairan Ustadz
Rabu, 02 Juli 2008
Download Nasyid Rabithah - Izzatul Islam
Sebuah Nasyid dari Izzatul Islam yang bertajuk “Rabithah”. Silahkan klik link di bawah ini (Klik tulisan Rabithah.mp3) untuk mendownload :
Rabithah.mp3
Nasyid ini ana upload atas Izin dari pak Ali (manajer Izis/IZIS Management). Nasyid ini ada di album Izzatul Islam yang baru "Album D.T.AK" dan menjadi Soundtrack film Sang Murabbi "mencari Spirit Yang Hilang" selain Nasyid Sang Murabbi. Jangan lupa beli kasetnya, jangan beli bajakan ya... Mari kita hargai karya-karya seni para pejuang dakwah...
Nb : Jazaakallah Pak Ali Amril dan Izzatul Islam atas Izinnya......