Sabtu, 07 Juni 2008

FILM SANG MURABBI : Jangan Seperti Monyet…

Astaghfirullah! Menulis judulnya saja sebenarnya saya sudah nggak mau. Tapi, ini memang ceritera yang pernah diceriterakan oleh Almarhum Ustadz Rahmat Abdullah Allahuyarham, di berbagai kesempatan saat mengisi dauroh. Teringat akan ceritera ini, saya pun memutuskan untuk memasukkannya ke dalam dialog pada adegan terakhir sebelum beliau wafat.

Adegannya begini :
Saat Ustadz Rahmat Abdullah menaiki tangga gedung Kindo, beliau bertemu dengan seseorang (diperankan oleh sahabat saya, yang sudah mewanti-wanti untuk tidak disebutkan namanya sebelum film ini jadi. “Takut ngetop!” katanya bercanda). Seseorang itu curhat pada Ustadz Rahmat.

Seseorang :
Ustadz, gimana nih? Teman-teman udah pada kendor semangatnya. Kalau kita ketemu nggak pernah ngomongin pengajian lagi. Yang diomongin soal ekonomi… politik… Gimana dong, tadz?!

Ustadz Rahmat :
Akhi, antum mesti sabar dan ikhlas. Antum tahu monyet?

Seseorang :
Ya, tahu Ustadz. Tapi bukan ane kan monyetnya?

Ustadz Rahmat :
(Tersenyum) Ada ceritera, seekor monyet nangkring di pucuk pohon kelapa. Dia nggak sadar lagi diintip sama tiga angin gede. Angin Topan, Tornado sama Bahorok. Tiga angin itu rupanya pada ngomongin, siapa yang bisa paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa. Angin Topan bilang, dia cuma perlu waktu 45 detik. Angin Tornado nggak mau kalah, 30 detik. Angin Bahorok senyum ngeledek, 15 detik juga jatuh tuh monyet. Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju. Angin Topan duluan, dia tiup sekenceng-kencengnya, Wuuusss…. Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung megang batang pohon kelapa. Dia pegang sekuat-kuatmya. Beberapa menit lewat, nggak jatuh-jatuh tuh monyet. Angin Topan pun nyerah. Giliran Angin Tornado. Wuuusss… Wuuusss… Dia tiup sekenceng-kencengnya. Ngga jatuh juga tuh monyet. Angin Tornado nyerah. Terakhir, angin Bahorok. Lebih kenceng lagi dia tiup. Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah makin kenceng pegangannya. Nggak jatuh-jatuh. Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin, si monyet memang jagoan. Tangguh. Daya tahannya luar biasa.

Ngga lama, datang angin Sepoi-Sepoi. Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Diketawain sama tiga angin itu. Yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil. Nggak banyak omong, angin Sepoi-Sepoi langsung niup ubun-ubun si monyet. Psssss… Enak banget. Adem… Seger… Riyep-riyep matanya si monyet. Nggak lama ketiduran dia. Lepas pegangannya. Jatuh tuh si monyet.

Nah, akhi. Tantangan dakwah seperti itu. Diuji dengan kesusahan… Dicoba dengan penderitaan… Insya Allah, kita kuat. Tapi jika diuji oleh Allah dengan kenikmatan, ini yang kita mesti hati-hati. Antum mesti sabar… ikhlas… Ingetin terus temen-temen antum, jangan seperti monyet…

sumber : www.zul3.multiply.com

Rabu, 04 Juni 2008

Ikhlas...


KEIKHLASAN....
Kuntum bunga mekar dengan indah,
karena kuncupnya merekah tanpa keterpaksaan

(kutulis saat rihlah ke Taman Bunga Nusantara, 2006)

Selasa, 03 Juni 2008

Teringat....


kalimat ini telah membekas di pikiranku.......

ALLAH menyatukan kita,
Kita bersatu untuk ALLAH

Jazaakumullah khairan katsir
kepada kakak2 kelasku dan Ustadz...
yang telah mengajakku masuk ke dalam kereta dakwah ini....
banyak kutemukan pengalaman indah disini...

aku akan berusaha menjadi mentari
yang tak pernah ingkar janji untuk datang
pada saat pagi hari
dan menjadi rembulan
yang tak pernah ingkar janji untuk datang
pada saat malam hari
dan keduanya memberikan cahaya kepada setiap Insan....

*malam ini teringat saat-saat SMA.., sehingga mempengaruhi tulisanku malam ini..

Tanggung jawab kita....


“Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan, siksaan Kami datang (menimpapenduduk)nya pada malam hari, atau pada siang hari saat mereka istirahat. Maka ketika siksaan Kami datang menimpa mereka, keluhan mereka tidak lain, hanya mengucap,’Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim’. Maka pasti akan Kami tanyakan kepada umat yang telah mendapat seruan itu dan Kami akan tanyai pula para rasul..”
(Q.S Al A'raf : 4 – 6)

“Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, ‘Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?’ Mereka menjawab,’Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Rabb-mu, dan supaya mereka bertaqwa.”
(Q.S Al A’raf:164)


Rosulullah SAW bersabda, ”Jika manusia (sungguh) melihat kemungkaran dan tidak merubahnya, dikhawatirkan semua manusia akan terkena siksa Allah lantarannya.”
(HR. Ibnu
Majah)

Yang total dalam beramal...


Wahai pemuda!!!
Sesungguhnya dasar keimanan adalah nurani yang menyala

Dasar keikhlasan adalah hati yang yang bertaqwa

Dasar semangat adalah perasaan yang menggelora

Dasar amal adalah kemauan yang kuat

Semua itu tidak lain terdapat pada diri pemuda.......
(Imam Syahid Hasan Al Banna)

Sekolah merupakan tempat berhimpun
orang-orang cerdas dan harapan bangsa

Jika umat ini tidak yakin masa depan dipegang Pemuda

Kepada siapa lagi umat menyimpan harapannya
untuk memasuki hari baru

Dan jika sekolah ini tidak mampu lagi
menjadi jembatan perubahan masyarakat yang lebih luas,

Bagaimanakah kita mempertanggungjawabkan di hadapan Allah
(Al Izzah)

Di Sekolahlah para pemuda berkumpul
Jika sekolah diisi oleh pemuda-pemuda yang memiliki keimanan,
keikhlasan dan amal yang sungguh-sungguh

Maka perubahan di dunia ada di tangan pemuda

Wahai Pemuda.....

Yang berhati mulia

Yang berpikir cerdas

Yang total dalam beramal

Sambutlah seruan da’wah ini

Hiasilah sekolah dengan indahnya Al Islam

* Tetap semangat ya..sahabat-sahabatku ADS...Allah bersama kita!!!

Keikhlasan hati...

Ana menyadari bahwa dalam menjalankan amanah ini
banyak sekali
kekurangan,
tapi mudah-mudahan itu bukan karena kemalasan ana
dan bukan
pula karena ketidak komitmenan ana terhadap da’wah ini
Kepada Allah ana
mohon ampunan atas segala kekhilafan
dan kelalaian ana
Ana merasa sangat bahagia
karena dapat berada bersama-sama antum
dalam da’wah ini,
oleh karena izinkanlah ana mengucapkan
rasa terima kasih
kepada antum semua atas dukungannya,
dan mohon maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan ana
cukuplah Allah dan Rasulnya serta orang-orang mu’min
yang melihat perbuatan kita
Ya Allah...
berikanlah kepada kami keikhlasan hati kami dalam
menjalankan amanah ini
Ya Allah...
Ya Rabbanaa...
janganlah Engkau siksa kami ketika kami lupa
ya Allah.....

*untuk semua sahabatku yang berinteraksi dengan ana di dalam kerja dakwah ini

Untuk sahabatku, Aktivis Dakwah Sekolah...


Sempurnakanlah segenap kesungguhan
dengan tekad yang membaja
Seperti para Jundullah
yang telah merangkai memoar terbaik kehidupan mereka,
jadilah seperti mereka yang tetap tegar dalam menegakkan Kalimatullah
Luruskan niat dan renungkan kembali i’tihaj (orientasi)
sehingga kita dapat optimal memaknai hidup ini
Warnai hari-hari yang kita lalui dengan lantunan dzikrullah
sehingga damai jiwa ini
Tegarkan hati ini dengan seruan takbir
yang semakin hari kian meninggi
Berhimpunlah dalam majelis-majelis tazkiyah,
larut dalam heningnya muhasabah,
sehingga dengannya akan menyucikan jiwa
dan mengembalikan fitrah diri
Hadirkanlah tadhiyyah terbaik untuk umat ini
sebelum Allah menghendaki di saat suatu hari nanti
kita meninggalkan umat ini
Ukirlah kebaikan demi kebaikan dengan sebaik-baiknya,
karena persinggahan ini hanyalah sementara..

Keep jihad in our heart
– tanamkan jihad di hati kita!

di atas nama CINTA....


Di atas jalan ini ku menyusuri cinta-Mu Illahi
Untuk membuktikan cintaku pada-Mu Illahi
Dalam mihrab ini ku menagih kasih abadi
terbangun di sepertigamalam untuk curhat kepada-Mu Illahi
Di atas hamparan sajadah ini ku bersimpuh mendamba Cahaya-Mu Illahi
atas hati yang pekat ini
Di lorong ini aku menyepi takut pada Siksa Azab-Mu Illahi
Dalam perjuangan ini aku mencari petunjuk hakiki
agar dapat masuk ke dalam surga-Mu yang abadi
Dan di atas nama CINTA aku mantapkan hati dan langkahku dalam perjuangan ini

Meruya,03/06/2008. 21.58pm wib

Aku lagi enggak mood. Hari ini be-te abis...

tetaplah menjadi bintang di langit.... agar cinta kita berdua abadi.....

Belakangan ini telingaku sering menangkap alunan suara berwarnakan kalimat tersebut. Sedikit banyak ia mampu membuat otakku berputar dan mengorek kembali arsip lama memoriku yang sudah ku delete. namun entah mengapa aku masih bisa merasakan dan bahkan mengaguminya. Mungkin usaha menghapusnya tidak seoptimal kerja-kerja yang kulakukan untuk itu. Otakku memang sudah dimasuki warna yang lebih cerah dan rasa yang nyata. Namun wadah yang kugunakan untuk menampungnya masih terkerat oleh guratan sampah, sehingga masih dekil dan mengotori kebeningan warna baru itu.

Kembali pada kalimat tersebut, rasanya kata-kata itu tidak aneh lagi di telinga kita. Lingkungan tempat kehidupan ini berjalan sudah dipenuhi oleh beragam ranting-ranting kecil yang mengakar pada sebuah pohon besar 'cinta-nafsu'.

Bukan sok filosofi, tapi relitas yang ada dalam setiap alunan lagu, musik, sinetron televisi, bioskop, koran, novel, majalah, tabloid, de-es-be, hanya menekankan masalah percintaan antara satu, dua atau lebih manusia-manusia konyol dan tolol.

Ya.., kita memang konyol dan tolol. Terkadang untuk sebuah arti cinta, kita senantiasa bertingkah laku konyol. Malah ada sebagian yang rela bertolol-tololan ria sampai-sampai merendahkan martabat dan harga dirinya sendiri. Kala itu, pengendali kehidupan dipegang oleh nafsu.

Munafik ? Ha... ha... ha... aku hanya mampu tertawa dan tersenyum. Senyum dalam kemunafikan... Tololkah ? Ya. Aku pun merasa demikian.

Betapa jelas bahwa manusia memiliki hawa nafsu....

kamarku, 03/06/08....lagi pusing

Senin, 02 Juni 2008

Ta'wazun

Ia adalah kasih sayang dan rahmat
Ia adalah ilmu dan amal
Ia adalah pemikiran dan peradaban
Ia adalah tentara dan masyarakat
Ia adalah harta dan keadilan
Ada kalanya mengangkat pena, ada kalanya mengangkat pedang
Ada kalanya tangan membelai, ada kalanya tangan mengepal tinju
Ada kalanya berbisik lembut, ada kalanya berteriak lantang
Ada kalanya air mata berderai di keheningan muhasabah,
ada kalanya peluh dan darah tertumpah di kancah jihad
Ia memadukan kekuatan dan perdamaian
Ia memadukan ammar ma'ruf dan nahi munkar
Jangan kau ambil satu saja,
Terimalah semuanya
Hanya dengan itulah akan datang meliputi
Rahmatan lil 'alamin

TomySaleh.Tebet.2Mei2006.17:40wib